Rabu, 3 Juni 2009 | 03:31 WIB Jakarta, Kompas – Kalangan pengusaha rokok meminta penerapan pajak rokok ditunda hingga 1 Januari 2014. Alasannya, mereka perlu memperhitungkan kembali nilai jual rokok dan keuangan mereka. Pemerintah dan DPR mengabulkan keinginan itu. ”Pabrik rokok tidak siap jika pungutan langsung diterapkan tahun ini. Mereka meminta ada waktu untuk menyesuaikan [...]
Archive for June, 2009
Penerapan Pajak Rokok Ditetapkan Tahun 2014
Posted in Media on 2009/06/06 | Leave a Comment »
Hampir 100 Persen Anak Terpapar Iklan Rokok
Posted in Media on 2009/06/06 | Leave a Comment »
Kamis, 28 Mei 2009 | 12:54 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 99,8 persen anak-anak terpapar iklan rokok di televisi. Mereka sadar akan iklan rokok dan mencoba menelaah serta memahaminya. Untuk itulah, menurut Asisten Litigasi Komisi Nasional Perlindungan Anak Indira Margareta, pihaknya tengah melakukan uji materi Undang-Undang Penyiaran untuk menghentikan iklan rokok. “Kami sedang melakukan uji materi [...]
Apakah Betul Rokok Tambah Kas Negara?
Posted in Media on 2009/06/06 | Leave a Comment »
Rabu, 3 Juni 2009 | 03:16 WIB JAKARTA, KOMPAS.com – Tidak benar jika ada opini yang mengatakan negara kita akan rugi jika pabrik rokok ditutup, karena menyumbang 50-54 triliun ke kas negara. “Memang pemasukannya segitu tetapi pengeluaran negara dan masyarakat karena rokok sebesar 5-7 kalinya,” kata Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau Farid Anfasa Moeluk mengutip [...]
Perokok Pasif Tampung 75 Persen Asap Rokok
Posted in Media on 2009/06/06 | Leave a Comment »
Senin, 11 Mei 2009 | 23:25 WIB JAKARTA, KOMPAS.com – Bagi siapapun yang tidak merokok, informasi yang dikeluarkan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencengangkan. Bagaimana tidak, ternyata perokok aktif hanya menghisap 25 persen asap rokok yang berasal dari ujung yang terbakar, sementara 75 persen lainnya untuk yang mengisap asapnya. Tidak itu saja, mereka yang tidak [...]
Kok Pilih Rokok daripada Biayai Sekolah Anak!
Posted in Media on 2009/06/06 | Leave a Comment »
SURABAYA, KOMPAS.com (28/5/09)- Konsumsi rokok diyakini sebagai salah satu indikator kemiskinan masyarakat Indonesia selama ini, akibatnya perilaku tersebut tidak hanya dapat mengurangi pendapatan, belanja bulanan keluarga, hingga berujung pada kematian. “Saya pernah menemukan kesaksian ada seorang sopir berpenghasilan Rp50 ribu sehari dengan empat anak yang kedua anaknya tidak sekolah dengan alasan biaya. Anehnya, sopir tersebut [...]